Knowledge/Technology Update

UX Designer, siapa dia?

Dalam konteks teknologi, kita pastinya sudah sering mendengar tentang UI / UID, akronim dari User Interface Design (Bahasa Indonesianya: desain antarmuka pengguna). Secara umum, tujuan dari User Interface adalah segala sesuatu yang didesain agar pengguna dapat berinteraksi dengan suatu teknologi. Bisa merupakan tampilan layar, mouse, keyboard, atau tampilan desktop, dan lain sebagainya, yang bertujuan agar pengguna dapat berkomunikasi dengan teknologi yang digunakannya.

Saat ini kita juga mengenal adanya GUI (Graphic User Interface), pengembangan dari User Interface awal pertama kali yang masih menggunakan command line interface. Awalnya digunakan pada Research Center Xerox di Palo Alto, setelahnya diadopsi dan dikembangkan oleh Apple Computer, dan secara efektif distandarisasi oleh Microsoft dalam sistem operasi Windowsnya. Elemen GUI termasuk di dalamnya seperti windows (jendela muka), pull down menus, buttons, scroll bars dan icons.

Kepopuleran penggunaan aplikasi mobile juga berpengaruh pada UI, yang juga mendorong munculnya mobile UI. Mobile UI secara khusus berperan pada menciptakan interface yang mudah digunakan dan interaktif walaupun dengan layar yang lebih kecil, misalnya pengaplikasian kontrol sentuh pada smartphone dan tablet yang kita gunakan saat ini.

Nah, bagaimana dengan UX? Bagi yang mungkin baru mendengar UX, agak bertanya-tanya, apa itu UX dan apa hubungannya dengan UI? Secara akronim UX adalah User Experience, dan biasanya untuk mahasiswa dengan latar belakang Information System atau Information Technology, tidak asing dengan istilah Human-Computer Interaction (HCI), dan kalau bisa dibilang, HCI adalah bagian dari User Experience.

Menurut Wikipedia: User Experience Design (UXD or UED) adalah proses menambahkan kepuasan dan loyalitas konsumen dengan meningkatkan kegunaan, kemudahan penggunaan dan kenikmatan berinteraksi yang disediakan antara konsumen dan produk.

Lalu, apa bedanya UX dengan UI?

Sebenarnya kalau ditelusuri keduanya bekerja secara bersama-sama dan sangat penting. Walaupun dalam konteks User Experience Design dan User Interface Design, tugas keduanya agak berbeda, mengacu pada bagian-bagian proses dan disiplin desain. UX Design lebih analitis dan bidang teknis, sedangkan UI Design lebih dekat dengan apa yang kita sebut desain grafis, walaupun secara tanggung jawab lebih kompleks.

Hasil gambar untuk ux design
gambar diambil dari sini

Sebagai kesimpulan:

  • User Experience Design adalah proses pengembangan dan peningkatan kualitas interaksi antara pengguna dan semua aspek perusahaan.
  • User Experience Design bertanggung jawab pada proses riset, testing, pengembangan, content, dan pembuatan prototype untuk menguji kualitas.
  • User Experience Design secara teori adalah sebuah praktek non-digital (ilmu kognitif), tetapi digunakan dan didominasi penggunaannya untuk industri digital.

Nah, bicara tentang UX Designer, yang ditambahkan -er dibelakangnya, maka artinya menunjukkan orang yang berprofesi dan bekerja dalam ranah UX Design. Coba saja googling UX Designer, sudah banyak perusahaan yang mencari SDM dengan profesi tersebut loh. Karena saat ini, perusahaan memandang penting, bahkan sangat penting, untuk mengetahui dan mengimplementasikan tentang bagaimana meningkatkan kualitas hubungan antara perusahaan dan konsumennya, sehingga menciptakan loyalitas konsumen. Yang ujung-ujungnya profit bagi perusahaan itu sendiri apabila menerapkan pertimbangan UX dalam implementasi bisnisnya.

Jadi, sudah siapkah Anda menjadi UX Designer di masa depan?

Sumber bacaan:

-BINUS CENTER-

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s