Knowledge/Technology Update

Sertifikasi Internasional, perlukah?

Kita semua mungkin sudah sering dengar mengenai MEA (Masyarakat Ekonomi ASEAN) yang mulai diberlakukan pada akhir tahun 2015 yang lalu. Pada prinsipnya, MEA dibentuk untuk meningkatkan stabilitas perekononomian di wilayan ASEAN. Dampak terciptanya MEA adalah pasar bebas di bidang permodalan, barang dan jasa, serta tenaga kerja.

ASEAN merupakan kekuatan ekonomi ketiga terbesar setelah Jepang dan Tiongkok, di mana terdiri dari 10 Negara yaitu Indonesia, Malaysia, Filipina, Singapura, Thailand, Brunei Darussalam, Vietnam, Laos, Myanmar, dan Kamboja. Dan MEA dilakukan agar daya saing negara ASEAN dapat meningkat dan dapat menyaingi Tiongkok dan India untuk menarik investasi asing.

Dalam konteks bursa pencari kerja, ini berarti saat keran MEA dibuka, SDM Indonesia juga akan bersaing dengan tenaga kerja asing yang sangat mungkin mencari peruntungan di Indonesia. Pertanyaannya kemudian, apakah SDM Indonesia sudah siap bersaing dengan para tenaga kerja asing tersebut?

Beberapa analis masih menilai bahwa SDM Indonesia masih belum siap dengan pasar kerja bebas ini. Sedangkan yang lainnya menilai, bahwa SDM Indonesia sudah siap bersaing untuk bidang-bidang kerja tertentu. Dalam konteks pencari kerja asing yang ingin bekerja di Indonesia, pemerintah telah menetapkan kemampuan berbahasa Indonesia, serta sertifikasi profesi yang harus mereka miliki.

Nah, bagaimana dengan kondisi peningkatan SDM di Indonesia? Menghadapi persaingan SDM yang cukup ketat dan sebagai langkah perbaikan SDM, pemerintah Indonesia mulai menerapkan beberapa strategi terkait dengan persiapan SDMnya. Misalnya mulai tahun 2017, para siswa SMK diwajibkan untuk mengikuti sertifikasi profesi melalui Lembaga Sertifikasi Profesi yang ditetapkan pemerintah sebagai penyelenggara.

Untuk para mahasiswa yang akan lulus menjadi sarjana, beberapa Universitas telah mensyaratkan adanya sertifikasi keahlian yang menjadi prasyarat kelulusan mereka. Misalnya, para lulusan dari Universitas tertentu diharapkan memiliki nilai TOEFL di atas 550 sebagai syarat kelulusan. Atau ada juga yang sudah mulai menerapkan sertifikasi profesi atau bahkan sertifikasi internasional bagi para lulusan.

Mengapa sertifikasi profesi atau internasional penting? Dalam bursa kerja bebas, dimana SDM dari luar negeri yang memiliki kehalian dan telah dibekali dengan beragam sertifikasi mulai bebas mencari kerja di Indonesia, sedangkan kita sendiri tidak mempersiapkan diri dengan keahlian bahkan dengan sertifikasi, ditakutkan kita tidak dapat bersaing dengan tenaga asing tersebut. Dengan bekal sertifikasi internasional, bukan tidak mungkin malah kita yang memiliki kesempatan untuk dapat bekerja diluar negeri.

Paling tidak, bekalilah diri sendiri dulu untuk menambah ilmu di bidang profesi yang kita inginkan, dan menjadi lebih baik apabila keahlian kita juga dapat dibuktikan dengan sertifikasi. Karena saat awal mencari kerja, saat ini sertifikasi sudah mulai menjadi salah satu prasyarat pelamaran.

Jadi, sudah mulai berpikir untuk mencoba sertifikasi profesi atau internasional?

Sumber bacaan:

 

-BINUS CENTER-

 

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s